Sebuah foto pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu, Foreground dan Background. Foreground adalah bagian utama yang ada di suatu foto. Bagian ini berada paling dalam pada komposisi foto. Sedangkan Background adalah bagian latar yang berada paling belakang dalam komposisi foto. Fotografer (tukang foto baik amatir ataupun pro) harus dapat mengetahui dan menerapakan teknik yang dipakai untuk menambah daya tarik foto, maka dari itu kita harus jeli dalam penempatan Foreground dan Background
Istilah Blur bukan berarti semuanya tidak jelas lho. melainkan ada beberapa bagian foto yang ditegaskan dan dikaburkan. Jangan anda beranggapan bahwa melakukan teknik ini tidak melakukan focusing yang baik. Karena teknik mempertegas fokus pada objek adalah hal yang harus diperhatikan. Terkadang foto yang kabur memiliki nilai artistik yang lebih. Objek bergerak dibuat kabur dan background dibuat jelas. Teknik ini dapat digunakan jika kita ingin membuat suatu kesan dramatis dari suatu objek.
Cara mengahasilkan foto dengan teknik blurring adalah dengan menggunakan Shutter Speed yang rendah. Objek yang dibuat blur harus lebih cepat dari shutter speed yang telah kita set (maka sebelum Shutter Speed diset terlebih dahulu kenali objek yang akan anda blur). Pertama setting diagfragma (bukaan lensa) jangan buka-bukaan yang lain. Setting sesuai kebutuhan lalu lanjut dengan Shutter Speed. Titik fokus harus pada background foto. Jangan biarkan kamera anda bergerak. Alangkah lebih baik jika menggunakan tripod.
nih contoh foto blur (pake jepretan sendiri he he):
Tidak ada komentar:
Posting Komentar